Diberdayakan oleh Blogger.
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Latest Post

Senin, 21 April 2014

Biografi Psikologi (SMA N 2 Lintongnihuta)



SIGMUND FREUD



Oleh: Henry Sinaga, S.Pd






Sigmund Freud adalah seorang neurolog Austria paling dikenal untuk mengembangkan teori-teori dan teknik psikoanalisis.

Ringkasan

Sigmund Freud lahir di Freiberg, yang sekarang dikenal sebagai Republik Ceko, pada tanggal 6 Mei 1856. Freud mengembangkan psikoanalisis, sebuah metode di mana seorang analis membongkar konflik bawah sadar yang didasarkan pada asosiasi bebas, mimpi dan fantasi pasien. Teori-teorinya tentang seksualitas anak, libido dan ego, antara topik lainnya, adalah beberapa konsep akademik yang paling berpengaruh pada abad ke-20.

Awal Karir

Sigmund Freud lahir di kota Austria Freiberg pada tanggal 6 Mei 1856. Ketika ia berusia empat tahun keluarganya pindah ke Wina, kota di mana ia akan tinggal dan bekerja untuk sebagian besar sisa hidupnya. Ia menerima gelar medisnya pada tahun 1881 dan menjadi terlibat untuk menikah pada tahun berikutnya. Pernikahannya menghasilkan enam anak-anak bungsu dari siapa, Anna, adalah untuk dirinya menjadi seorang psikoanalis dibedakan. Setelah lulus, Freud segera mendirikan praktek swasta dan mulai mengobati berbagai gangguan psikologis. Mengingat dirinya pertama dan terutama seorang ilmuwan, bukan seorang dokter, ia berusaha untuk memahami perjalanan pengetahuan dan pengalaman manusia.

Pada awal karirnya, Freud menjadi sangat dipengaruhi oleh karya teman dan kolega Wina, Josef Breuer, yang telah menemukan bahwa ketika ia mendorong pasien untuk berbicara histeris ceplos tentang kejadian awal gejala, gejala kadang-kadang secara bertahap mereda. Terinspirasi oleh Breuer, Freud mengemukakan bahwa neurosis memiliki asal-usul mereka dalam pengalaman sangat traumatis yang telah terjadi di masa lalu pasien.Dia percaya bahwa kejadian asli telah dilupakan dan disembunyikan dari kesadaran. Pengobatan adalah untuk memberdayakan pasien untuk mengingat pengalaman dan membawanya ke kesadaran, dan dengan berbuat demikian, menghadapinya baik secara intelektual dan emosional.Dia percaya satu maka bisa debit dan membebaskan diri dari gejala neurotik. Freud dan Breuer menerbitkan teori dan temuan mereka dalamStudi di Hysteria (1895).

Publikasi Kontroversial

Setelah banyak bekerja sama, Breuer mengakhiri hubungan, merasa bahwa Freud menempatkan terlalu banyak penekanan pada asal-usul seksual neurosis pasien dan benar-benar tidak ingin mempertimbangkan sudut pandang lain. Freud terus menyempurnakan argumennya sendiri dan pada tahun 1900, setelah periode serius analisis diri, yang diterbitkan The Interpretation of Dreams . Dia diikuti pada tahun 1901 dengan The Psikopatologi dari Kehidupan Sehari-hari dan pada tahun 1905 denganTiga Esai tentang Teori Seksualitas . Penghormatan besar yang kemudian diberikan kepada teori-teori Freud tidak di bukti selama beberapa tahun.Kebanyakan orang sezamannya merasa, seperti Breuer, yang penekanannya pada seksualitas adalah baik skandal atau overplayed. Pada tahun 1909, ia diundang untuk memberikan serangkaian kuliah di Amerika Serikat. Itu setelah kunjungan ini dan penerbitan bukunya 1916, Five Lectures on Psycho-Analysis , yang ketenarannya tumbuh secara eksponensial.

Legacy Lasting

Freud banyak teori-termasuk tentang "energi psikis," kompleks Oedipus dan pentingnya mimpi-tidak diragukan lagi dipengaruhi oleh penemuan ilmiah lainnya pada zamannya. Pemahaman Charles Darwin manusia sebagai elemen progresif dari kerajaan hewan tentu informasi penyelidikan Freud perilaku manusia. Selain itu, perumusan prinsip baru oleh Helmholtz, menyatakan energi bahwa dalam setiap sistem fisik yang diberikan selalu konstan, informasi penyelidikan ilmiah Freud ke dalam pikiran manusia.Karya Freud telah baik rapturously dipuji dan hangat dikritik, tapi tidak ada yang telah mempengaruhi ilmu psikologi sebagai sangat saat Sigmund Freud.

Setelah kehidupan penyelidikan konstan, ia bunuh diri setelah meminta dosis mematikan morfin dari dokternya sementara diasingkan di Inggris pada tahun 1939, setelah pertempuran dengan kanker mulut.

 Demikianlah biografi singkat salah satu Bapak psikologi ternama di dunia, dengan hadirnya beliau jelas sekali memberikan referensi untuk kita bersama untuk menambah pengetahuan kita tentang psikologi. terima kasih. God bless you.

Inspirasi Psycologi (SMA N 2 Lintongnihuta)

Inspirasi Psycologi (SMA N 2 Lintongnihuta)

"Membaca Pikiran"

Oleh: Henry Sinaga, S.Pd


Mata adalah Alatnya
Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.
Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.
Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy.

Darimana asalnya?
Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut Ross Buck–profesor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.
Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya. Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.
Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.
Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.

Bagaimana Membaca Pikiran?
Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.

Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.
Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.

Menjadi Pembaca Pikiran Ulung
Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.

Kenalilah orang lain. “Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.

Minta umpan balik. Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”

Perhatikan bagian atas dari wajah. Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.

Lebih ekspresif. Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”
Santai. Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.

Tinjauan Kritis
Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.
Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal.

SMAN 2 Lintongnihuta (syair berdarah)

"Nuansa kalbu Juwita"



aku mengerti gelora dihatimu,
aku mengerti fantasy dijiwamu
aku juga tahu tentang semua hasratmu
saat ini… pasif memang!
tapi sekalinya dia bergolak,akan sulit dikendalikan

aku mengerti tentang senandungmu
aku mengerti tidak hanya nada nada itu
aku juga
memastikan semua itu tentang kerinduan
hanya saja terobsesi pada satu orang
jika kupandang dari keagungan cinta
kau penuh kehormatan...

dengan kesetiaanmu kau tidak perduli perjalanan hari-hari
waktu demi waktu mulai memangkas keberadaamu
jika kupinjamkan sedikit nalar untukmu
jangan mengkultuskan leonardo da vinci karena monalisa belum terungkap senyumnya
jangan menunggu cassanova sebab dia telah lama berakhir di musim dingin
jangan kau tempatkan dirimu di pulau kecil di keluasan samudra yg harus di kunjungi vasco da gama
atau yang harus di petakan kembali oleh james cook

cukuplah kau berdiri diatas alpen
atau di puncak mahamerujagarnihuta.blogspot.com
tak perlu dihimalaya, karena salju abadi banyak disana
seandainya belum berkenan di hatimu kita beradu pandang saja

sebelum berakhir dengan percuma.


                                                                                                                         Penyair Berdarah

Sabtu, 12 April 2014

SMAN 2 Lintongnihuta (Juara 1 Cipta Puisi)

Thema                   : Karakter Bangsa
SubThema            : Dengan berpolitik yang sehat dan bersih dapat merubah karakter bangsa ke arah yang lebih baik.

“Bahtera Bangsa Tidak Pada Kehancuran”

                                                                        Warna-warni demokrasi kerap jadi mimpi
Wajah kemerdekaan tersayat oleh karat belati-belati ideologi
Awalnya dihembuskan nafas-nafas segar insani
Maka… Akhirnya bau busuk membius nuraniSMAN 2 Lintongnihuta (Juara 1    Cipta Puisi)
Sukma kami seolah sadar
Ranting-ranting hatipun menjalar pada nalar
Bahwa muslihat datang dan pergi
Bahwa pengkhianat itu ada diantara kami
                Inilah…. Sayap garuda yang patah
                Demikian luka demokrasi yang semakin bernanah
                Sampai kapan engkau selalu terbang rendah?
                Sampai kapan gemingmu menjelajah dunia?
                Hingga nusantara ini tak terbelenggu oleh penjajah kaum berkerah
Inilah juga bangsa kami
Laksa perbedaannya tak seindah pelangi
Satu nusanya menjadi ajang adu gengsi
Satu bangsanya mati berkali-kali
Dan… Satu bahasanya untuk kepentingan abadi
                Beginikah politik merah putih?
                Retorika berujung pada indahnya kemasan
                Budi pekerti lenyap ditelan abu-abu recehan
                Bahagianya yang menang diatas penderitaan
                Derita kekalahan diatas ketidak relaan
                Konstituti bergelut dengan lumpur
                Sebagian dari rakyatnya terkubur
                Dan… Senyuman merona pada kalbu bangsa yang hancur


Cukup… Cukup… Cukuplah sudah lena hati ini
Tak ingin panji-panji menepi pada hasta daratan sunyi
Tak ingin politik pertiwi meluluhlantahkan tirai-tirai nurani
Adalah perangi mahligai kecurangan
Dengan asa cakar-cakar garuda kusuma bangsa
Yang mencengkram merobek ketidak adilan
                Ciptakan kembali rona wajah kemerdekaan negeri
                Balut luka demokrasi dengan air mata garuda
                Tumbuhkan kembali selar-selar sayapnya
                Dengan putih jiwa yang bersemi kembali
                Dan.. Merah bergelora tak terinfeksi duka ataupun lara
                Sehingga garuda pun mampu mengarungi belahan benua maupun samudera raya
                Marilah kita satukan warna-warni ini
                Melalui perbedaan seperti indahnya pelangi
                Lenyapkan angkara pada lembah satu nusa
                Bangkitkan bangsa pada guru-guru yang hampir tak bernyawa
                Dan… Kubur dalam-dalam perisai kepentingan
                Untuk kembali suci menatap negeri yang asri
Maka… Berbahagialah yang menang dengan kebenaran
Tegar kekalahan dengan kerelaan
Dan… Konstituti ini mengabdi murni tak hanya semboyan
Sumringah rakyatnya dengan sejahtera
Demi bahtera bangsa tidak pada kehancuran.


Christine Natalia Tripama lumbantoruan

Rabu, 09 April 2014

Skenario Pujangga SMAN 2 LINTONGNIHUTA

"SKENARIO JILID 2"
Tidak lama lagi kami akan ada disana
mengulang kembali perjuangan hati
mengukir keindahan, tabuh genderang perang
bukan lagi basa-basi zaman tentang masa lalu
bukan untuk wajah yang termangu
dan bukan pulang dengan perak apalagi perunggu
namun...kilau emas sebagai akhir penutup generasi satu

kini...kami adalah embrio dari rahim sejatinya keindahan
yang dibuahkan oleh dinasty penderitaan
kami sadar penantian panjang menumbuhkan akar tunggang
kami juga tahu peta melintang pada dahi
tapi...tak seperti jeruk purut, berkerut pada kening dan pipi
melainkan putih merona pada wajah
kami akan datang dengan modus antipati
kami tak ingin lagi spekulasi tinggi
merubah paradigma lama dengan stigma kebenaran
menjadi sebuah kebangkitan
untuk skenario jilid 2 kami.

                                                                                                                   Penyair Berdarah

Rabu, 18 September 2013

SMA Negeri 2 Lintongnihuta "Puisi Makna Perjuangan Bangsa"



Perisai Abadi Merah Putih
Oleh: Henry Sinaga


Dahulu fatamorgana tinggal kelabu
Biasnya kelam ditelan kabut ambisi satu
Para pemikir tajam dan bau nafas-nafas kesesakan berbagai penjuru
Meruncingkan bambu merobek asa kekejaman
Rebut, rampas mesin senapan lawan seraya tetap bertahan
Meski…ajal menjemput tidaklah sudi segan
Saat itu…ada banyak jiwa terhungkup dibalik tirai-tirai kekelaman
Saat itu…jiwa-jiwa dikudeta oleh ongkos perang zaman
Demi mulusnya akal bulus sang pemberi tawanan
Berseru tenggelamkan pahlawan pemberontakan
Oleh kaum-kaum penebar kekejian
Asap kematian menggumpal jadi bongkahan di awan
Warna-warninya memerah pada cermin jiwa pejuang
Lepaskan bajumu, busungkan dadamu merah putih di kepala
Teriaknya bergeming panjang pada sukma pusaka nan jaya
Darah mendidih, asa bergelora beri warna hamba pada mega
Tetap tegak berkibar di angkasa raya
Muaranya pada jiwa-jiwa yang merdeka
Sebagai nafas-nafas bangsa sejatinya
Kini…jiwa-jiwa terkurung oleh pilar-pilar ketamakan
Kusuma bangsa pun tak semerbak oleh wewangian
Bahkan mudanya habis sudah ditelan abu-abu jalan
Sebagian nafas mereka bau busuk karena diam dan jadi lamunan
Hingga…kelopaknya menjadi layu tak berkembang
Kaum-kaum bersafari juga para kerah putih
Mulutnya sampai berbusa berdiplomasi juga luput gelisah negoisasi
Terbelenggu bahkan dipaku mati oleh kepentingan abadi yang hakiki
Tergerus sudah harga diri bangsaku kini
Meluluhlantahkan luhurnya nurani pancasila abadi
Sebagai perisainya bumi pertiwi ini
Inikah jiwamu oh…bangsaku?
Kemana patriotmu dulu?
Mari! Bangkitlah oh…kusuma bangsa
Kita kader segera orang-orang asing itu
Dengan derap jiwa sedia dan tetaplah setia
Pada sang garuda sebagai dasar Negara kita bersama
Itulah warisanNya untuk kita melalui petuah raja-raja
Wujud kalbu jiwa berbangsa dan bernegara
Bahkan harga mati bukan hanya teka-teki saja
Panjang dan lebar sayapnya bawa kita terbang tinggi
Silanya luhur berbudi temukan jati diri secara hirarki
Sebagai perisai abadi nan suci bagi merah putih
Akan selalu tegak… berdiri dengan mumpuni

Senin, 16 September 2013

SMA Negeri 2 Lintongnihuta "Puisi Alam"



Kembalikan Jiwa Semesta Raya
Oleh : Henry Sinaga

Fajar merona membias di pelataran semesta
Teriknya membuat lembah dan bukit-bukit bergelora
Gunung tinggi pun tak malu-malu perkasanyakembalikan jiwa semesta raya
Bahkan, lautan dan samudera raya
Menjadi cermin sukma dunia
Laksa kicauan merdu makhluk-makhluk bersayap
Bersenandung syahdu sambut keagunganNya
Tetesan embut melekat menyegarkan jiwa
Tertanda silih berganti hari paduka
Bernuansa kabut-kabut petuah raja
Pada raga dan sukma hamba
Terhungkup binar mata menjadi sayup
Keresahanku tetap kembali pulang
Oleh tingginya harapan hempaskan ketidak relaan
Bahkan bius-bius keyakinanku pada TUHAN
Merajut… menusuk… sampai ke tulang rawan
Pertahankan alam semesta raya, tetap perawan
Kini …warna warni memudar pucat
Teriknya fajar tak lagi bersahabat erat
Lembah, bukit, dan hutan-hutan belantara
Telah lenyap disikat para penghianat
Menjadi pengecut dan biadab
Di gerus… oleh fenomena zaman
Disiksa… oleh keuntungan
Dibelenggu… oleh godaan kemewahan
Laut tak lagi jernih
Batu karang pun hidup tertatih-tatih
Samudera raya tak mampu menjadi cermin lagi
Meluluh lantahkan perkasanya alam semesta
Tinggal abu…dan sampah-sampah keserakahan
Maka saat itulah aku bersabda
Untukmu oh… gurunya para guru
Oh… raja para raja
Kembalikan lentera jiwa semesta raya ini
Kini… bahkan nanti

Label 1

bird

Label 2

Label 3

Label 4

Video Category

Label 5

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. HanRee - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger